Di atas langit masih ada langit

Malam  ini aku berkumpul bersama teman-teman di sebuah warung kopi di daerah Jogja Selatan, tak lagi membicarakan tentang Internet Marketing atau tentang optimasi penjualan online seperti biasanya, tapi kali ini membicarakan hal-hal yang sama sekali tidak aku pahami sama sekali.

Hal-hal tersebut seperti pembicaraan mengenai jenis-jenis peralatan toko besi, pupuk untuk tanaman, harga tanah di Bantul, pengairan sawah, pipa air untuk pedesaan, peta jalan dari Jogja ke Wonogiri, dan hal-hal asing lainnya bagiku secara acak yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan sesuatu yang sedang aku jalani saat ini, namun aku harus memahami hal tersebut, karena itu sangat penting, jika kau mengerti maksudku.

image

Aku sama sekali tidak paham, mungkin aku kurang gaul dan kurang concern pada bab ini. Kemudian aku berfikir dan memetik kesimpulan, bahwa orang-orang sombong di luar sana yang pernah aku temui itu sebenarnya tidak pernah bergaul dengan banyak orang secara spesifik, jadi ia merasa dirinya lah yang paling hebat. Ia tidak mengerti, bahwa sebenarnya di atas langit itu masih ada langit.

Sebagai manusia, pengetahuan kita terbatas, jadi jangan sepelekan orang lain. Tetaplah belajar dan jangan angkuh. Tuhan memberi kita semua keterbatasan itu untuk saling menghargai satu sama lainnya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang rendah hati dan diberikan hidayah oleh Nya.

Amin.

Iklan

Jangan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s