(DRAFT) Membangun aset dengan kesabaran

aku-bisa-karena-aku-mau-impossible-is-nothing.jpg.jpg

Dalam hal ini, aset yang saya bicarakan adalah sebuah akun media sosial, khususnya Instagram.

Pernah teman saya bertanya gimana caranya jualan online. Lalu saya jawab, 
“Pertama-tama, kamu harus punya produk untuk dijual. Bisa produk kamu sendiri ataupun produk orang lain. Kedua, kamu harus punya tempat untuk menjual produk kamu. Bisa di website, social media ataupun marketplace.”

Karena saya tau teman saya itu nggak bisa bikin website maka saya sarankan untuk jualan di instagram saja yang menurut saya cara paling mudah untuk dia.

Namun saya tersentak saat dia bilang,
“Wah kalau di instagram aku males, sulit cari follower banyak.”

Dalam hati aku berkata, melakukan hal yang paling mudah seperti bikin akun Instagram aja dia nggak mau, apalagi nanti gimana kalau sudah menjalani tahap selanjutnya yang lebih sulit.

Sambil bermalas-malasan aku menjawab,
“Sulit tapi bukan berarti nggak bisa kan? Nanti aku kasih tau tools untuk instagram deh.”

Dia diam sejenak, lalu berkata,
“Eh, bikinin aku website dong buat jualanku nanti.”

Saya jawab,
“Oke, kamu tinggal sewa domain dan hosting, kalau udah, nanti aku bantuin bikin website-nya.”

Trus dia jawab,
“Ah, pasti ribet ya..”

Dia diem sejenak sambil mainan hp, sembari melakukan hal yang jarang sekali saya lakukan – – –  yah mungkin setahun sekali – – –  yaitu broadcast barang dagangan ke BBM. Dia maunya nyepam di BBM, dan nggak sanggup kalau suruh bikin aset, baik itu website ataupun akun social media. Ditambah lagi dia nggak mau belajar hal-hal baru.

Saya menyadari sekali, bahwa dewasa ini banyak orang-orang yang memiliki keinginan besar, namun tidak ada upaya untuk menjangkaunya.

Orang-orang seperti ini hanya melihat keatas. Mata mereka disilaukan oleh cahaya dan hati mereka telah tertutup rapat. Mereka pikir kesuksesan itu seperti membalikkan telapak tangan.

Mereka tidak berfikir bahwa orang-orang yang sukses jualan online dengan omset ratusan juta itu pernah melalui masa dimana mereka mandi darah setiap hari karena perjuangan mereka yang sangat berat. Menjalani proses yang lama dengan penuh kesabaran hingga akhirnya mencapai titik puncak atas semua pengorbanan mereka.

Pesan moral :

Ini adalah masalah mental. Kalau mental kamu masih seperti teman saya tadi berarti kamu perlu disuntik mati, lalu disiksa kubur, trus dihidupkan kembali menjadi seorang mutan agar bisa seperti Deadpool atau Apocalypse.

Kesimpulan:

Hehehe.. Enggak lah. Nggak perlu jadi mutan untuk bisa jualan online. Yang kamu perlukan hanya beberapa hal ini:

* Niat.
Semua tentu berawal dari niat. Kalau nggak ada niat tentu semua hal yang akan dilakukan bakal percuma.

* Sukai apa yang kamu lakukan.
Kalau nggak suka, udah nggak usah dilanjutkan. Love what you do, do what you love.

* Kerja keras.
Nggak perlu dijelaskan lagi. Di tahap ini intinya kamu nggak boleh menyerah. Gagal itu biasa, coba lagi dan lagi. Hal yang paling sulit itu hanya di awal aja, nanti kalau udah jalan bakal terasa lebih mudah.

* Fokus.
Jangan terpengaruh sama faktor external. Kalau teman lain lagi mainan yang lain nggak usah ikut-ikutan dulu. Kamu fokus dan perdalam dulu apa yang sedang kamu lakukan saat ini.

* Konsistensi.
Bagi saya pribadi, ini sebenarnya yang paling penting. Salah satu hal yang belakangan ini baru saya ketahui. Kerja keras dan fokus itu gampang, tapi kalau disuruh konsisten saya masih bolong-bolong ngelakuinnya.

Oke deh, sementara itu dulu aja. Sebenarnya masih banyak hal lainnya seperti List Building, Funneling, dan nanti kalau udah masuk bab pemasaran produk kita juga harus mempelajari Facebook Ads, Pixel conversation tracker, dan lain sebagainya.

Banyak banget deh. Masalah duniawi memang nggak ada habis-habisnya.

Saya masih harus banyak belajar. Saya doakan kalian semua sukses. Tapi jangan lupakan peran Tuhan dalam setiap langkah dan usaha kalian ya guys.

Thanks for reading. See you on the next blog. Keep smile and good luck for your business🙂

Author: TaufanPR

I know nothing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s