Fakta dan Hikmah Dibalik Gerakan Wudhu dan Shalat Menurut Ilmu Kesehatan

aliran-darah-menuju-ke-kepala.jpg.jpg

Artikel kesehatan kali ini akan membahas beberapa hal mengenai gerakan Wudhu dan Shalat jika ditilik menurut Ilmu Kesehatan, yang akan dibagi menjadi beberapa bab sebagai berikut:

  • Fakta dan Hikmah gerakan Wudhu menurut Ilmu Kesehatan.
  • Fakta dan Hikmah gerakan Shalat menurut Ilmu Kesehatan.
  • Keajaiban waktu-waktu Shalat Menurut Ilmu Kesehatan.
  • Rahasia di Balik Gerakan Shalat.

Pertama-tama, mari kita ulik gerakan wudhu terlebih dahulu.

★ Fakta dan Hikmah Dibalik Gerakan Wudhu Menurut Ilmu Kesehatan

Di bawah ini adalah gerakan-gerakan wudhu (bersuci) yang biasa seorang muslim lakukan sebelum melakukan shalat.

a. Membasuh Tangan hingga Pergelangan.

Tangan adalah salah satu media yang sangat rentan terhadap penularan penyakit. Setiap kita bersentuhan secara benda atau tangan orang lain, maka potensi berpindahnya kuman/ virus besar terjadi, seperti pada penyakit Batuk, Pilek, Diare dll.

Dengan membasuh tangan, maka tangan menjadi bersih, sehat dan suci. Sensasi rasa segar pada syaraf-syaraf tangan membuat kita merasa santai dan pikiran menjadi kendor dan tenang setelah bekerja atau melakukan aktifitas keseharian.

Membasuh tangan dilakukan secara sempurna secara menyilangkan jari- jari kanan secara jari-jari kiri. Bacalah BISMILLAH di permulaan membasuh tangan. Selingilah secara berdzikir atau beristighfar mengingat nikmat Allah. RASAKAN KESEJUKAN AIR mengalir dalam batin anda. Ini adalah PINTU menuju Sholat Khusyu’.

b. Mencuci Mulut. (Sunnat Wudhu)

Mulut adalah tempat makanan dikunyah. Adanya sisa-sisa pencernaan, menjadikan mulut sebagai tempat bersarangnya milyaran bibit penyakit seperti kuman, virus dan protozoa. Mulut juga tempat keluarnya kata-kata buruk, ghibah (rasan-rasan) dan fitnah yang menyakiti orang lain.

Mencuci mulut secara cara berkumur-kumur dan menggosok gigi dapat membersihkan bibit penyakit dan simbol penyucian diri dari hal-hal yang dilarang agama.

Nabi Muhammad SAW bersabda

Seandainya tidak (takut) memberatkan umatku, maka saya memerintahkan mereka (untuk membersihkan gigi mereka) dengan siwak setiap waktu akan sholat.
(Hadits Riwayat Muslim)

Mencuci mulut juga termasuk perbuatan untuk menyenangkan/ mengharap rido Tuhan (Mardotun Lirrobi). Iringilah secara berdzikir atau beristighfar mengingat nikmat Allah.

c. Mencuci Lobang Hidung. (Sunnat Wudhu)

Allah telah memberi kita nikmat berupa bulu-bulu hidung yang menyaring kotoran dari udara yang kita hirup. Namun karena polusi yang berlebihan, kuman masih dapat bersarang di hidung. Bahkan menurut Nabi, setan bermalam dalam lubang hidung manusia (yang lalai berdzikir dan bersuci).

Dengan mencuci hidung, bibit-bibit penyakit Pilek, Batuk, Flu, Cacar air, TBC dll dapat dihindarkan masuk ke dalam tubuh kita. Pernafasan menjadi lancar sehingga baik bagi paru-paru kita. Sertailah secara berdzikir atau beristighfar mengingat nikmat Allah.

d. Mencuci Muka (Fardhu Wudhu)

Membasuh dan disertai gosokan lembut pada wajah, akan membersihkan kotoran yang melekat dan menyegarkan kulit wajah. Selain peredaran darah menjadi lancar, wajah akan terlihat bersih dan segar.

Muka adalah tempat mata. Mata terkadang melakukan dosa-dosa kecil baik yang sengaja maupun yang tidak kita sengaja yang perlu disucikan. Basuhlah sambil berdzikir dan beristighfar kepada Allah. Bacalah Niat bersamaan secara mencuci muka.

e. Mencuci Kedua Tangan dan hingga Siku (Fardhu Wudhu)

Mencuci tangan disertai gosokan lembut dapat memulihkan fisik yang kelelahan, bahkan mampu mengatasii pembengkakan di daerah tangan, lengan dan siku. Tangan juga terkadang melakukan atau mengantar kita pada perbuatan dosa- dosa kecil sehingga perlu disucikan.

Basuhlah kedua tangan dan hingga siku-siku sambil berdzikir dan beristighfar kepada Allah.

f. Membasuh Kepala (Fardhu Wudhu)

Membasuh kepala baik sebagian kepala atau keseluruhan kepala bahkan sampai ke tengkuk dapat menurunkan suhu badan. Membasuh kepala sangat baik untuk menurunkan stress dan tekanan darah tinggi serta melancarkan darah ke otak.

Basuhlah sambil berdzikir dan beristighfar kepada Allah. Kita berdo’a agar dosa-dosa akibat pikiran-pikiran kita yang buruk kepada orang lain dapat dihapuskan dan tidak kita ulangi.

g. Mengusap Telinga (Sunnat Wudhu)

Membasuh telinga sambil memijit-mijit dapat menjadi terapi untuk menurunkan emosi. Di saat kita tegang atau marah, terasa kuping menjadi panas dan memerah. Usapan air pada telinga akan mampu menghilangkan ketegangan ini.

Telinga juga tempat kita terkadang mendengar hal-hal buruk tentang orang lain atau suara/bunyi maksiat yang menjadikan kita berdosa karenanya perlu kita sucikan. Basuhlah bagian dalam dan luar telinga sambil berdzikir dan beristighfar kepada Allah.

h. Mencuci Kaki hingga Mata Kaki. (Fardhu Wudhu)

Mencuci kaki dapat melancarkan peredaran darah, menguatkan kaki dan memberikan efek menenangkan dan membuat kita tidur nyenyak. Kaki terkadang juga dapat membawa kita pada hal-hal yang dilarang oleh agama sehingga perlu disucikan. Basuhlah sambil berdzikir dan beristighfar kepada Allah.

 


 

★ Fakta dan Hikmah Dibalik Gerakan Shalat Menurut Ilmu Kesehatan

Berikut adalah uraian mengenai fakta dan manfaat dibalik gerakan-gerakan shalat ditinjau dari segi ilmu kesehatan.

Gerakan shalat adalah fitrah yang Allah ciptakan untuk kebaikan manusia. Manfaatnya begitu besar bagi lahir dan bathin.

Apa yang Allah perintahkan kepada manusia dalam kehidupan ini memang tiada yang sia-sia. Semua mengandung hikmah yang akan membawa kebaikan bagi kelangsungan hidup umat manusia yang mengimani-Nya. Sekecil apapun itu tentunya Allah menyimpan sebuah rahasia yang melahirkan hikmah.

Tentu banyak manusia yang tak menyadari kecuali bagi mereka yang terus menerus berusaha mencari makna dari kebesaran illahi. Sehingga diharapkan manusia akan bersyukur dan bertambah keimanannya kepada Allah yang telah menciptakan dirinya. Baiklah, sekarang mari kita simak manfaat gerakan Shalat menurut Ilmu Kesehatan.

Fakta dan Hikmah Dibalik Gerakan Wudhu dan Shalat Menurut Ilmu Kesehatan (3)

A. Takbiratul Ihram (Mengangkat Tangan)

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan melatih otot lengan. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu mengalami peregangan sehingga aliran darah kaya oksigen akan menjadi lancar.

Memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk diisi ke mata, telinga, dan mulut.

B. Berdiri bersedekap (Pengisian Pembuluh Darah di Organ-organ Kepala)

Manfaat: Gerakan ini menghindarkan gangguan persendian pada tulang-tulang anggota gerak atas.

Menjepit pembuluh darah balik pada lengan kiri sehingga pembuluh darah ditangan kanan akan mengembang. Pada saat mengangkat tangan mau rukuk semprotan pembuluh darah berkecepatan tinggi di tangan kanan akan mengisi pembuluh darah yang ada di bagian kepala.

 

Fakta dan Hikmah Dibalik Gerakan Wudhu dan Shalat Menurut Ilmu Kesehatan (4)

C. Rukuk (Pelenturan Memori Otak dan Ginjal)

Manfaat: Apabila dilakukan secara sempurna, yaitu tubuh ditekuk membentuk sudut 90 derajat, postur ini akan menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf.

Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk relaksasi otot-otot bahu hingga ke lengan bawah. Selain itu, rukuk juga dapat melatih sistem kemih sehingga dapat mencegah gangguan prostat.

Kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang, merupakan saraf sentral beserta sistem aliran darahnya. Rukuk yang sempurna akan menarik urat pinggang sehingga dapat mencegah sakit pinggang dan sakit ginjal. Tuas sitem keringat yang terdapat di pinggung, pinggang, paha, betis belakang, terpelihara oleh gerakan rukuk, dan tulang leher, serta saluran saraf memori juga terdapat kelenturannya.

D. I’tidal (Mencegah Sakit Kepala dan Pinggang)

Manfaat: Variasi gerakan berdiri dan bungkuk pada rangkaian gerakan rukuk-i’tidal-sujud merupakan latihan bagi organ pencernaan yang baik. Organ pencernaan dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Hal ini dapat melancarkan dan memelihara fungsi sistem pencernaan.

Posisi I’tidal bangun dari rukuk membuat aliran darah turun langsung dari kepala, menyebabkan bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Sehingga dapat mencegah saraf keseimbangan tubuh kita sangat berguna untuk menghilangkan sakit kepala dan pingsan secara tiba-tiba.

 

Fakta dan Hikmah Dibalik Gerakan Wudhu dan Shalat Menurut Ilmu Kesehatan (1)

E. Sujud  (Pencegahan Koroner dan Stroke)

Manfaat: Posisi jantung yang lebih tinggi dari otak menyebabkan darah kaya oksigen mengalir lancar menuju otak.

Sebuah riset yang dilakukan di AS menyimpulkan bahwa sujud dapat menyebabkan pasokan darah kaya oksigen mengalir lancar menuju otak, hal ini dapat memelihara dan memacu kerja sel-sel otak yang akan meningkatkan kecerdasan. Karena itu, bersujudlah secara tuma’ninah (tidak tergesa-gesa) agar pasokan darah kaya oksigen mencukupi kebutuhan sel-sel otak.

Menurut kabar, seorang dokter berkebangsaan AS dari Harvard University yang telah membuktikan kebenaran hasil riset tersebut melalui penelitian yang dikembangkannya sendiri mengenai gerakan sujud tersebut kemudian menyatakan dirinya menjadi muallaf setelah mengetahui hikmah yang terkandung di balik semua hasil penelitiannya tersebut.

Bersujud juga dapat mencegah wasir. Khusus bagi wanita, rukuk dan sujud dapat memelihara organ kewanitaan sehingga dapat menjaga keharmonisan rumah tangga. Bersujud juga dapat melatih otot dada. Hal ini disebabkan karena saat sujud, beban tubuh bagian atas bertumpu pada lengan sampai tangan. Hal ini merangsang otot dada untuk ikut berkontraksi.

Bagi pria, hal ini berguna untuk membentuk tubuh lebih indah. Bagi wanita, hal ini dapat membantu mengencangkan dan memperindah payudara dan meningkatkan kualitas ASI. Sujud juga dapat melatih otot perut dan rahim untuk berkontraksi sekuat mungkin saat persalinan sehingga mempermudah proses persalinan, hal ini karena saat sujud, otot perut dan rahim berkontraksi penuh.

Pada saat sujud pembuluh darah nadi balik, dikunci dipangkal paha, sehingga tekanan darah akan lebih banyak di alirkan kembali ke jantung dan dipompa ke kepala. Posisi sujud adalah cara yang maksimal untuk mengalirkan darah dan oksigen ke otak dan anggota tubuh di kepala. Posis sujud adalah teknik terbaik untuk membongkar sumbatan pembuluh darah jantung sehingga mencegah koroner. Juga membuat pembuluh darah halus di otak mendapat tekanan lebih, sehingga bisa mencegah stroke.

F. Duduk Iftirasy (Duduk di Antara 2 Sujud)

Manfaat: Saat duduk iftirasy, kita bertumpu pada pangkal paha yang dilewati saraf skiatik (nervus ischiadicus), hal ini dapat memelihara fungsi saraf skiatik.

Hal ini dapat mencegah penyakit skiatika (ischialgia), yaitu gangguan di sepanjang daerah yang dipersarafi saraf skiatik yang menyebabkan nyeri dari punggung bagian bawah sampai kaki yang luar biasa sehingga menyebabkan penderitanya tidak mampu berjalan.

Tekukan kaki dan jari kaki dapat menyeimbangkan sistem elektrik dan saraf keseimbangan tubuh kita. Posisi duduk diantara 2 sujud memperbaiki dan menjaga kelenturan saraf keperkasaan yang banyak terdapat pada bagian paha dalam, cekungan lutut sampai ibu jari kaki. Akibat lenturnya saraf keperkasaan ini akan mencegah penyakit diabetes, prostate dan hernia.

 

Fakta dan Hikmah Dibalik Gerakan Wudhu dan Shalat Menurut Ilmu Kesehatan (2)

G. Duduk Tahiyat Awal (Duduk Pembakaran)

Posisi duduk ini jika agak lama sehingga lipatan paha dan betis bertemu, akan mengaktifkan kelenjar keringat sehingga dapat mencegah pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki meyebabkan pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini akan menjaga agar kaki optimal menopang tubuh kita.

H. Duduk Tawarruk (Duduk Tahiyat Akhir)

Keseimbangan Saraf dan Penyembuhan Wasir

Manfaat: Duduk tawarruk yang sempurna sangat baik bagi pria karena dapat membantu mencegah impotensi dan mencegah gangguan pada ureter, kandung kemih (vesica urinaria), vas deferens, dan uretra. Variasi posisi telapak kaki pada duduk iftirasy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian gerakan. Gerakan yang harmonis dan teratur inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ kaki kita.

Posisi duduk ini lebih baik dari bersila. Dalam ilmu Yoga kalau pergelangan kaki akan di pegang, lalu tekan di area cekungan akan berguna untuk membongkar pengapuran di kaki kiri. Duduk ini membuat saraf keseimbangan yang berhubungan secara saraf mata akan terjaga secara baik.

 

I. Salam (Terapi Penyakit Kepala)

Manfaat: Gerakan menoleh kiri dan kanan secara maksimal dapat merelaksasikan otot leher dan sekitar kepala, hal ini dapat melancarkan peredaran darah di kepala. Gerakan ini mencegah mudah sakit kepala dan migrain.

Selain itu, hal ini dapat menjaga kekencangan kulit wajah sehingga dapat menunda timbulnya keriput dan membuat kesan awet muda.

Gerakan salam jika dilakukan secara maksimal, bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Berkat kontraksi otot-otot di kepala dihasilkan energi panas dan zat-zat yang diperlukan untuk rehabilitasi jaringan yang rusak. Salam kanan dan kiri secara maksimal, mencegah penyakit kepala dan tengkuk kaku.

Dari uraian di atas, dapatlah kita tarik kesimpulan bahwa secara menunaikan shalat secara istiqomah dapat menjaga kesehatan lahir maupun bathin hamba-Nya yang beriman. Sehingga akan meningkatkan kualitas hidup kita sebagai hamba-Nya. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang beriman dan selalu istiqamah di jalan-Nya sehingga kita selalu diberikan rahmat oleh Allah SWT. Amin.

 

 

★ Keajaiban Waktu-Waktu Sholat Menurut Ilmu Kesehatan

Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
(QS. An-Nisa [4]: 103)

Waktu-waktu shalat mengajarkan kita untuk selalu menghargai waktu dan hidup sesuai secara siklus alam semesta. Waktu-waktu shalat yang seorang muslim lakukan juga sangat sesuai secara kaidah dan ketentuan sistem terapi dalam ilmu kesehatan China yang sudah diterapkan sejak ribuan tahun yang lalu.

1. Waktu shalat Subuh : Terapi Paru-paru.

Waktu pelaksanaan Shalat Shubuh adalah sejak terbit fajar sampai hampir terbitnya matahari ☀

Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk proses terapi sistem pernapasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih bersih, oksigen masih segar. Dari paru-paru, darah mengambil “bahan bakar” yang masih baru & bersih, akhirnya keseluruhan organ menerima pasokan nutrisi yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar kembali dan otak menjadi jernih.

Penelitian mutakhir dalam ilmu medis Barat juga mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada waktu shubuh. Ditemukan bahwa pada dini hari sekitar pukul 3.00 – 5.00 terjadi proses detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru.

Oleh Karena itu, biasanya selama durasi waktu ini, penderita batuk akan mengalami batuk hebat. Ini karena proses pembersihan (detoksin) telah mencapai saluran pernapasan.

Paru-paru dan usus besar merupakan organ yang saling berpasangan. Usus besar merupakan pengatur panas dalam perut. Jantung termasuk organ yang memiliki sifat panas. Apabila jantung memiliki sifat panas yang berlebihan, secara pernapasan yang dilakukan pada saat udara benar-benar bersih, kita dapat mengarahkan panas jantung ke paru-paru, dan secara demikian mendinginkan panas dalam perut.

 

2. Waktu Shalat Zuhur : Terapi Jantung dan Usus Kecil.

Waktu Zuhur adalah sejak tergelincirnya matahari dari tengah-tengah langit hingga saat bayangan benda sama panjang secara benda tersebut.

Jantung merupakan organ yang biasa dihubungkan secara proses mental. Beberapa bentuk tekanan emosional seperti pusing, berdebar-debar, sesak napas, dan kemunduran vitalitas merupakan gejala-gejala umum dari penyakit jantung.

Kemunduran chi jantung ditandai secara kelemahan secara umum, seperti bicara terengah-engah, pernapasan yang pendek-pendek, dan sering berkeringat.

Dalam ilmu kesehatan China, jika wajah bengkak dan berwarna tidak cerah, kaki dan tangan terasa dingin, ini dinamakan kemunduran chi jantung. Gelisah, lekas marah, pusing, kehabisan akal, dan tidak bisa tidur adalah gejala kemunduran darah jantung. Bisa juga terasa aliran darah yang deras pada telapak tangan dan wajah, serangan demam ringan, dan berkeringat pada malam hari.

Gejala kelebihan chi jantung adalah akibat panas jantung. Ini terlihat dalam serangan demam tinggi, yang kadang-kadang disertai dengan menggingau, perasaan berdebar-debar yang mengganggu, kegelisahan yang hebat, tidak dapat tidur, dan sering mengalami mimpi buruk, wajah berwarna merah padam, lidah berwarna merah, atau terasa panas dan sakit, dan sering merasa panas ketika buang air kecil.

Waktu pelaksanaan shalat zuhur sangat sesuai secara kaidah ilmu kesehatan China yang berpendapat bahwa berdasarkan sirkulasi chi, waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ jantung adalah pada pukul 11.00 – 13.00. Waktu zuhur adalah saat kita berada di puncak kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang.

Dengan melakukan shalat zuhur sebagai bentuk relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air wudhu’, panas jantung yang berlebihan bisa menjadi normal kembali. Akhirnya hal ini mempengaruhi sistem lainnya, karena fungsi jantung yang merupakan “penguasa” pembuluh-pembuluh.

Jantung memompa darah agar selalu mengalir untuk membawa sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh organ-organ lainnya. Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek akan tersegarkan kembali dan siap melanjutkan aktivitas.

3. Waktu shalat Ashar : Terapi Kandung Kemih.

Waktu ashar adalah setelah habis waktu zuhur hingga terbenam matahari. Dalam ilmu kesehatan China, pukul 15.00 – 17.00 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan terapi kandung kemih karena pada saat itu mulai terjadi kesesuaian secara perlahan antara hawa tubuh manusia dan hawa di sekitarnya, perubahan dari hawa udara yang panas menuju dingin.

Fungsi utama kandung kemih adalah mengubah cairan tubuh menjadi air kencing dan mengeluarkannya dari tubuh. Jika fungsi tersebut berjalan, terjadilah keseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga metabolisme terjaga.

Jika fungsi ini terhambat, akan terjadi penumpukan cairan yang tidak bermanfaat dan mengandung racun sehingga mempengaruhi kerja organ-organ internal lainnya. Jika ini terjadi, proses pendinginan tingkat chi yang seharusnya dikeluarkan menjadi menumpuk dan menimbulkan panas yang tinggi, yang akhirnya mempengaruhi pula kerja ginjal.

Jadi, ibadah shalat ashar bermanfaat untuk meningkatkan daya kerja kandung kemih sehingga dapat lancar mengeluarkan racun yang diakibatkan oleh proses kimiawi tubuh yang berlangsung selama aktivitas sepanjang siang.

4. Waktu shalat Maghrigb : Terapi Ginjal.

Shalat Maghrib dilaksanakan pada waktu sesudah matahari terbenam hingga lenyapnya mega merah di sebelah barat.

Ginjal dan kandung kemih adalah organ yang berpasangan. Kedua organ tersebut mengontrol tulang-tulang, sumsum, dan otak. Bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi.

Kesehatan kedua organ internal ini tercermin pada kondisi rambut kepala. Mereka memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme air dan mengendalikan cairan tubuh, dan juga menjaga keseimbangan panas dan dingin yang sangat fundamental bagi tubuh.

Untuk mengetahui gejala-gejala kemunduran energi dingin ginjal sesungguhnya mudah. Biasanya, punggung bagian bawah terasa lemah dan sakit, ada suara mendengung pada kedua telinga dan kehilangan ketajaman pendengaran, wajah berwarna keabu-abuan dan gelap, khususnya di bawah kedua mata. Biasanya kepala terasa pusing, haus dan berkeringat di malam hari, dan sering masuk angin ringan.

Gejala-gejala kemunduran energi panas secara signifikan berkaitan secara kehilangan energi atau panas. Serupa secara kemunduran energi dingin ginjal, ada dengungan pada telinga, pusing, dan rasa sakit di punggung bawah. Namun rasa sakit ini ditandai secara rasa dingin, lemah, dan lesu yang hebat. Biasanya kemunduran energi dingin ginjal menimbulkan gangguan pada jantung dan hati, sedangkan kemunduran energi panas ginjal mengganggu fungsi-fungsi limpa kecil dan paru-paru.

Ditinjau dari ilmu pengobatan China, waktu pelaksanaan shalat maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan terapi organ ginjal. Waktu maghrib adalah saat-saat hawa udara semakin menurun, dan sistem organ juga mulai menyesuaikan diri secara energi di sekitarnya.

5. Waktu Shalat Isya : Terapi Perikardium dan Triple Burner (San Jiao).

Shalat Isya dilaksanakan setelah habis waktu maghrib hingga menjelang shubuh.

San Jiao adalah konsep dalam ilmu kesehatan China, yaitu sebuah organ fungsional yang tidak dikenal oleh ilmu kedokteran Barat modern. Menilik makna kata asalnya, yaitu lapisan yang terletak di bawah kulit dan di antara otot-otot, sebagian ahli mengajukan teori bahwa organ ini sama secara sistem limfatik. San Jiao dianggap terutama bersifat energetik dan tidak memiliki komponen fisik.

Fungsi perikardium adalah membuang kelebihan energi jantung dan mengarahkannya pada titik Laogong yang terletak pada pusat telapak tangan. Dari Laogong, kelebihan energi akan dilepaskan secara alamiah sehingga terciptalah stabilitas tingkat energi jantung. Titik Laogong digunakan dalam ilmu kesehatan China untuk mengurangi suhu tubuh selama terkena sakit demam.

Waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ perikardium adalah pada pukul 19:00 – 21:00. Pada waktu tersebut hawa di sekitar sudah mulai rendah daripada hawa tubuh. Maka, diperlukan penyesuaian sistem energi di dalam tubuh manusia untuk bisa menyesuaikan diri secara hawa di sekitarnya.

Pada waktu pelaksanaan shalat Isya, dimulailah penurunan kerja organ internal yang telah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh memasuki masa istirahat, terutama kerja jaringan otot yang digunakan untuk gerak dan berpikir. Waktu isya bisa disebut sebagai masa pendinginan keseluruhan sistem organ dan saraf. Proses pengistirahatan tubuh kemudian disempurnakan secara tidur pada malam hari.

Kesimpulan

Paparan di atas tidaklah mutlak untuk menyatakan bahwa alasan penetapan waktu-waktu shalat adalah untuk menyesuaikan secara sirkulasi chi dalam tubuh manusia. Terlebih lagi untuk daerah-daerah subtropis, panas musim panas, siang lebih panjang daripada malam, sehingga waktu pelaksanaan shalat-pun bergeser. Oleh karenanya perlu diberikan penjelasan yang lebih khusus.


 

★ Rahasia di Balik Gerakan Shalat

Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan manfaat. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan secara benar, tumaninah, serta dilakukan secara istikamah.

Suatu ketika Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberikan tausiyah.

Tiba-tiba, masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat secara cepat. Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah SAW dan mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu,

Sahabatku, engkau tadi belum shalat!

Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah SAW.

Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya ia melaksanakan shalat secara sangat cepat. Rasulullah SAW tersenyum melihat “gaya” shalat seperti itu.

Setelah melaksanakan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah SAW. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu,

Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat.

Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, secara senang hati ia menuruti perintah Rasulullah SAW. Tentunya secara gaya shalat yang sama.
Namun seperti “biasanya”, Rasulullah SAW menyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali.

Karena bingung, ia pun berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu secara kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat secara lebih baik lagi. Karena itu, ajarilah aku!

Sahabatku,” kata Rasulullah SAW secara tersenyum beliau berkata,

“Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Alquran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, rukuklah secara tenang (thuma’ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah secara tenang, kemudian bangunlah hingga engkau duduk secara tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu.”

Kisah dari Mahmud bin Rabi’ Al Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekadar “benar” gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan secara tumaninah, tenang, dan khusyuk.

Kekhusukan ruhani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyuk. Dalam arti dilakukan secara cepat dan terburu-buru.

Sebab, secara terlalu cepat, seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi secara Allah menjadi kurang optimal.

Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena itu, sangat beralasan bila Rasulullah SAW mengganggap

“Tidaklah shalat” orang yang melakukan shalat secara cepat (tidak tumaninah).

Hikmah dan makna gerakan shalat.

Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek “olah rohani” yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau “jalinan komunikasi” antara hamba secara Tuhannya, secara fisik shalat pun mengandung banyak keajaiban.

Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan secara benar, tumaninah serta istikamah (konsisten dilakukan).

Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanas tubuh.

Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).

Kita dapat menganalisis kebenaran sabda Rasulullah SAW dalam kisah di awal.

“Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah.”

Saat takbir Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar secara bahu-bahunya.
(HR. Bukhari dari Abdullah bin Umar)

Takbir ini dilakukan ketika hendak rukuk, dan ketika bangkit dari rukuk.

Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maknanya?

Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga.

“Rukuklah secara tenang (tumaninah).”

Ketika rukuk, Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut.
(HR Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash)

Apa maknanya? Rukuk yang dilakukan secara tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya.

Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya secara rukuk.

Kelenturan syaraf memori dapat dijaga secara mengangkat kepala secara maksimal secara mata mengharap ke tempat sujud.

“Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak.” Apa maknanya?

Saat berdiri dari secara mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.

Selepas itu, sujudlah secara tenang.” Apa maknanya?

Bila dilakukan secara benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati.

Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.

“Kemudian bangunlah hingga engkau duduk secara tenang.” Apa maknanya?

Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!

Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudang keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. Semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugerah terindah dari Allah bagi hamba beriman. Tidak adapun 1 hal yang diciptakan secara sia-sia.
Wallaahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Sedekah tidak selalu berupa harta, berbagi Ilmu juga termasuk sedekah yang disukai Rasulullah. Jika anda peduli, Share dan bagikan artikel ini kepada keluarga ataupun sahabat terdekat yang Anda cintai.

Follow DokterNews di Twitter, Facebook dan Instagram.

 

Author: TaufanPR

I know nothing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s