Fokus adalah sebuah pilihan

Fokus adalah sebuah pilihan

Seorang pelari yang berkonsentrasi pada seberapa perih kaki kirinya yang sedang sakit akan tenggelam dan ditinggalkan oleh pelari lain yang berfokus pada kemenangan.

Meskipun jika rasa sakit pada kaki si pelari lain tadi lebih besar, ia dapat memenangkan perlombaan, karena ia hanya fokus pada keberhasilannya di masa depan. BUKAN pada kekurangan yang dideritanya.

Rasa Sakit, tentu saja, adalah masalah persepsi. Itu adalah sebagian besar dari apa yang sering kita pikirkan sebagai manusia.

Kita memiliki pilihan mengenai kemana seharusnya kita mengarahkan lensa untuk memotret hal yang menarik perhatian kita. Kita bisa saja menghidupkan kembali ketidakadilan masa lalu, memikirkan dendam masa lalu ataupun merawat luka yang telah bernanah. Menyesali diri dengan segala keterbatasan.

Kita selalu bisa membayangkan kegagalan, yang bisa membangun potensi untuk sebuah kehancuran, sibuk berdiam diri menghitung-hitung dan bertanya-tanya akan peluang sebuah keberhasilan tanpa melakukan tindakan nyata karena hidupnya dihantui oleh rasa takut, takut gagal dan takut ini itu.

Tapi mau sampai kapan?

ATAU, kita bisa mengabil langkah cepat, membayangkan hasil yang baik pada hal-hal yang sedang kita kerjakan, Postif Thingking. Atau merasa bersyukur untuk apapun yang membuat kita sampai pada titik ini dan bersemangat atas kemungkinan apa yang akan terjadi berikutnya.

Gagal itu biasa. Kita mungkin kecewa. Tapi tanpa Anda sadari Anda akan lebih kecewa jika tidak mengambil tindakan apapun.

Setelah memutuskan untuk mengambil tindakan, kemudian Anda harus fokus.

Fokus kadang datang secara otomatis tanpa disuruh, itu adalah sebuah insting manusia. Fokus adalah pekerjaan yang mudah.  Tapi celakanya, banyak dari kita yang salah fokus, atau bahkan fokus pada BEBERAPA HAL. Tentu saja sulit untuk mengubahnya, itulah sebabnya mengapa begitu sedikit orang yang berhasil melakukan fokus yang terbaik, yaitu fokus pada 1 obyek yang benar. Perlu berbulan-bulan untuk melatihnya. Tentu Anda bisa melakukannya lebih cepat,  asalkan konsisten.

Saat sedang mengejar 2 kelinci sebenarnya anda sedang tidak mengejar apapun.

Tidak ada kegiatan yang lebih baik daripada melatih cara FOKUS dalam waktu jangka panjang.
Sumber: motivasee.com/fokus-adalah-sebuah-pilihan

Author: TaufanPR

I know nothing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s