Tafsir Ibnu Katsir QS. An Naba’ [78] 9-11


{وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا}


dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat. (An-Naba: 9)

Yakni istirahat dari gerak agar tubuh kalian menjadi segar kembali setelah banyak melakukan aktiyitas dalam rangka mencari upaya penghidupan di sepanjang siang hari. Hal seperti ini telah diterangkan di dalam tafsir surat Al-Furqan.


{وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا}


dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. (An-Naba: 10)

yang menutupi semua manusia dengan kegelapannya, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:


وَاللَّيْلِ إِذا يَغْشاها


dan malam apabila menutupinya. (Asy-Syams: 4)

Dan ucapan seorang penyair yang mengatakan dalam salah satu bait syairnya,


فَلَمَّا لَبِسْنَ اللَّيْلَ أَوْ حِينَ نَصَّبَتْ … لَهُ مِنْ خَذَا آذَانِهَا وَهْوَ جَانِحُ


“Dan manakala malam mulai menggelarkan kain penutupnya, maka seluruh semesta menjadi gelap.”

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. (An-Naba: 10)

Maksudnya, ketenangan.


{وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا}


dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan. (An-Naba: 11)

Kami menjadikannya terang benderang agar manusia dapat melakukan aktiyitasnya untuk mencari upaya penghidupan dengan bekerja, berniaga, dan melakukan urusan lainnya.

Iklan

Jangan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s