Cara Bersedekah Bila Tidak Memiliki Harta

โœ‹๐Ÿป๐ŸŒน๐Ÿ’ธ SEDEKAH TANPA HARTA โœ๐Ÿป

Asy-Syaikh Zaid al-Madkhali rahimahullah

ุฃู† ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ูƒู…ุง ุชูƒูˆู† ุจุงู„ู…ุงู„ ุงู„ู‚ู„ูŠู„ ุฃูˆ ุงู„ูƒุซูŠุฑุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุฃูŠุถุงู‹ ุชูƒูˆู† ุจุฃุดูŠุงุก ุฃุฎุฑู‰ ุบูŠุฑ ุงู„ู…ุงู„ุŒ ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุดูŠุงุก
ู…ุง ูŠู„ูŠ:

Sesungguhnya sedekah itu sebagaimana bisa dengan harta yang sedikit ataupun banyak, maka sesungguhnya juga bisa dilakukan dengan perkara lain selain harta. Diantara perkara-perkara itu adalah sebagai berikut:

Lanjutkan membaca “Cara Bersedekah Bila Tidak Memiliki Harta”

Iklan

โ€‹TAFSIR IBNU KATSIR QS. Al-Hujurat [49] , ayat 11

Al-Qur’an surat Al-Hujurat. Surat ke 49, ayat ke 11.

{ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุฎูŽุฑู’ ู‚ูŽูˆู…ูŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ููˆุง ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุง ู†ูุณูŽุงุกูŒ ู…ูู†ู’ ู†ูุณูŽุงุกู ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูŽู„ู’ู…ูุฒููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ุง ุชูŽู†ูŽุงุจูŽุฒููˆุง ุจูุงู„ุฃู„ู’ู‚ูŽุงุจู ุจูุฆู’ุณูŽ ุงู„ุงุณู’ู…ู ุงู„ู’ููุณููˆู‚ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุฅูŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูุจู’ ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ (11) }
____________________________________________________ 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman; dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itu orang-orang yang zalim.

____________________________________________________ 

Allah Swt. melarang menghina orang lain, yakni meremehkan dan mengolok-olok mereka. Seperti yang disebutkan juga dalam hadis sahih dari Rasulullah ๏ทบ yang telah bersabda:
____________________________________________________ 

“ุงู„ูƒูุจู’ุฑ ุจูŽุทูŽุฑู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆุบูŽู…ู’ุต ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู” ูˆูŽูŠูุฑู’ูˆูŽู‰: “ูˆูŽุบูŽู…ู’ุทู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู”

____________________________________________________ 
Takabur itu ialah menentang perkara hak dan meremehkan orang lain; menurut riwayat yang lain, dan menghina orang lain.

Makna yang dimaksud ialah menghina dan meremehkan mereka. Hal ini diharamkan karena barangkali orang yang diremehkan lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah dan lebih disukai oleh-Nya daripada orang yang meremehkannya. 

ใ…คใ…ค 

Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

____________________________________________________ 

{ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ุง ูŠูŽุณู’ุฎูŽุฑู’ ู‚ูŽูˆู…ูŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ููˆุง ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุง ู†ูุณูŽุงุกูŒ ู…ูู†ู’ ู†ูุณูŽุงุกู ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู†ู‘ูŽ}

____________________________________________________ 
Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olokkan). (Al-Hujurat: 11)

ใ…คใ…ค 

Secara nas larangan ditujukan kepada kaum laki-laki, lalu diiringi dengan larangan yang ditujukan kepada kaum wanita. 


Firman Allah Swt.:

____________________________________________________ 

{ูˆูŽู„ุง ุชูŽู„ู’ู…ูุฒููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’}

____________________________________________________ 

dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri. (Al-Hujurat: 11)
Makna yang dimaksud ialah janganlah kamu mencela orang lain. Pengumpat dan pencela dari kalangan kaum lelaki adalah orang-orang yang tercela lagi dilaknat, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya:

____________________________________________________ 
{ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ููƒูู„ู‘ู ู‡ูู…ูŽุฒูŽุฉู ู„ูู…ูŽุฒูŽุฉู}

____________________________________________________ 

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. (Al-Humazah: 1)
Al-hamz adalah ungkapan celaan melalui perbuatan, sedangkan al-lamz adalah ungkapan celaan dengan lisan. Seperti pengertian yang terdapat di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

____________________________________________________ 

{ู‡ูŽู…ู‘ูŽุงุฒู ู…ูŽุดู‘ูŽุงุกู ุจูู†ูŽู…ููŠู…ู}

____________________________________________________ 

yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah (Al-Qalam: 11)
Yakni meremehkan orang lain dan mencela mereka berbuat melampaui batas terhadap mereka, dan berjalan ke sana kemari menghambur fitnah mengadu domba, yaitu mencela dengan lisan. Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya: dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri. (Al-Hujurat: 11)
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

{ูˆูŽู„ุง ุชูŽู‚ู’ุชูู„ููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’}

Dan janganlah kamu membunuh dirimu. (An-Nisa: 29)
Yakni janganlah sebagian dari kamu membunuh sebagian yang lain. 

Ibnu Abbas, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Qatadah, dan Muqatil ibnu Hayyan telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri. (Al-Hujurat: 11) 
Artinya, janganlah sebagian dari kamu mencela sebagian yang lainnya. 


Firman Allah Swt.:

{ูˆูŽู„ุง ุชูŽู†ูŽุงุจูŽุฒููˆุง ุจูุงู„ุฃู„ู’ู‚ูŽุงุจู}

dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. (Al-Hujurat: 11)

Yakni janganlah kamu memanggil orang lain dengan gelar yang buruk yang tidak enak didengar oleh yang bersangkutan. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Daud ibnu Abu Hindun, dari Asy-Sya’bi yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Abu Jubairah ibnu Ad-Dahhak yang mengatakan bahwa berkenaan dengan kami Bani Salamah ayat berikut diturunkan, yaitu firman-Nya: dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. (Al-Hujurat: 11) 

Ketika Rasulullah Saw. tiba di Madinah, tiada seorang pun dari kami melainkan mempunyai dua nama atau tiga nama. Tersebutlah pula apabila beliau memanggil seseorang dari mereka dengan salah satu namanya, mereka mengatakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia tidak menyukai nama panggilan itu.” Maka turunlah firman-Nya: dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. (Al-Hujurat: 11)

Imam Abu Daud meriwayatkan hadis ini dari Musa ibnu Ismail, dari Wahb, dari Daud dengan sanad yang sama. 


Firman Allah Swt.:

{ุจูุฆู’ุณูŽ ุงู„ุงุณู’ู…ู ุงู„ู’ููุณููˆู‚ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุฅูŠู…ูŽุงู†ู}

Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman. (Al-Hujurat: 11)

Seburuk-buruk sifat dan nama ialah yang mengandung kefasikan yaitu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, seperti vang biasa dilakukan di zaman Jahiliah bila saling memanggil di antara sesamanya Kemudian sesudah kalian masuk Islam dan berakal, lalu kalian kembali kepada tradisi Jahiliah itu.

{ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูุจู’}

dan barang siapa yang tidak bertobat. (Al-Hujurat: 11) 

Yakni dari kebiasaan tersebut.

{ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ}

maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Al-Hujurat: 11)

motivasee.com 

TAFSIR IBNU KATSIR. QS. Al-isra [17] ayat 36

Jangan kamu menuduh seseorang dengan sesuatu yang tak ada pengetahuan bagimu tentangnya.
Muhammad ibnul Hanafiyah mengatakan, makna yang dimaksud ialah kesaksian palsu.

Janganlah kamu mengatakan bahwa kamu melihatnya, padahal kamu tidak melihatnya; atau kamu katakan bahwa kamu mendengarnya, padahal kamu tidak mendengarnya; atau kamu katakan bahwa kamu mengetahuinya, padahal kamu tidak mengetahui. Karena sesungguhnya Allah kelak akan meminta pertanggungjawaban darimu tentang hal tersebut secara keseluruhan.

Kesimpulan pendapat mereka dapat dikatakan bahwa Allah Swt. melarang mengatakan sesuatu tanpa pengetahuan, bahkan melarang pula mengatakan sesuatu berdasarkan zan (dugaan) yang bersumber dari sangkaan dan ilusi.
Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. (Al-Hujurat: 12)


Di dalam hadis disebutkan seperti berikut:

Jauhilah oleh kalian prasangka. Karena sesungguhnya praยญsangka itu adalah pembicaraan yang paling dusta.


Di dalam kitab Sunnah Imam Abu Daud di sebutkan hadis berikut:

Seburuk-buruk sumber yang dijadikan pegangan oleh sesorang ialah yang berdasarkan prasangka.


Di dalam hadis yang lain disebutkan:

Sesungguhnya kedustaan yang paling berat ialah bila seseยญorang mengemukakan kesaksian terhadap hal yang tidak diยญsaksikannya.

Firman Allah Swt.:


{ูƒูู„ู‘ู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ}


semuanya itu. (Al-Isra: 36)
Maksudnya semua anggota tubuh, antara lain pendengaran, penglihatan, dan hati,


{ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ุง}


akan dimintai pertanggungjawabannya. (Al-Isra: 36)
Seseorang hamba akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yg dilakukan oleh anggota-anggota tubuhnya itu pada hari kiamat, dan akan ditanyai tentang apa yang dilakukan oleh pemilikยญnya.

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al Baqarah [2] : 280

Allah Swt. memerintahkan untuk bersabar dalam menghadapi orang yang berutang yang dalam kesulitan tidak mempunyai apa yang akan dibayarkannya buat menutupi utangnya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

“Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.”
(Al-Baqarah: 280)

Allah Swt. berfirman:


{ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ููˆุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ}


Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.
(Al-Baqarah: 280).

Artinya, jika kalian menghapuskan semua pokoknya dari tanggungan si pengutang, maka hal itu lebih baik bagi kalian.


Imam Tabrani mengatakan,
Rasulullah Saw. pernah bersabda:
“Barang siapa yang ingin mendapat naungan dari Allah pada hari tiada naungan kecuali hanya naungan-Nya, maka hendaklah ia memberikan kemudahan kepada orang yang dalam kesulitan atau memaafkan utangnya.”

.
Imam Ahmad mengatakan,
Nabi Saw. bersabda:
“Barang siapa yang memberikan masa tangguh kepada orang yang kesulitan, maka baginya untuk setiap harinya pahala sedekah yang semisal dengan piutangnya.”
.
Imam Hakim mengatakan,
Rasulullah Saw. pernah bersabda:
“Barang siapa yang membantu orang yang berjihad di jalan Allah, atau orang yang berperang, atau orang yang berutang dalam kesulitannya, atau budak mukatab yang masih dalam ikatan perbudakannya, niscaya Allah akan menaunginya pada hari tiada naungan kecuali hanya naungan-Nya.”

.
Imam Ahmad mengatakan,
Rasulullah Saw. pernah bersabda:
“Barang siapa yang ingin diperkenankan doanya dan dilenyapkan kesusahannya, maka hendaklah ia membebaskan orang yang dalam kesulitan.”

TAFSIR IBNU KATSIR. QS. Al-A’raf [7] : 204

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูุฑูุฆูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ููŽุงุณู’ุชูŽู…ูุนููˆุง ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุตูุชููˆุง ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูุฑู’ุญูŽู…ููˆู†ูŽ


Dan apabila dibacakan Al-Qurโ€™an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian mendapat rahmat.


Setelah Allah Swt. menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah bukti-bukti yang nyata bagi manusia dan petunjuk serta rahmat bagi mereka, lalu Allah Swt. memerintahkan agar mereka mendengarkannya baik-baik serta penuh perhatian dan tenang di saat Al-Qur’an dibacakan, untuk mengagungkan dan menghormatinya.


Keharusan ini bertambah kukuh dalam salat fardu bila imam membacanya dengan suara keras, seperti yang disebutkan oleh Imam Muslim dalam kitab Sahih-nya melalui hadis Abu Musa Al-Asy’ari r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:


Sesungguhnya imam itu dijadikan hanyalah untuk diikuti. Maka apabila imam bertakbir, bertakbirlah kalian; dan apabila imam membaca (Al-Qur’an), dengarkanlah (bacaannya) dengan penuh perhatian dan tenang.


Imam Ahmad dan para pemilik kitab Sunnah telah meriwayatkan melalui hadis Az-Zuhri, dari Abu Aktamah Al-Laisi, dari Abu Hurairah, bahwa setelah Rasulullah Saw. selesai dari salat yang keras bacaannya, beliau bersabda:


“Apakah ada seseorang di antara kalian yang ikut membaca bersamaku?” Seorang lelaki menjawab, “Ya saya wahai Rasulullah ” Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya aku akan mengatakan, ‘Saya tidak akan bersaing dalam Al-Qurโ€™an’.โ€


Maka sejak saat itu orang-orang berhenti dari kebiasaan membaca bersama Rasulullah Saw. dalam salat yang keras bacaannya, yaitu sejak mereka mendengar hal tersebut dari Rasulullah Saw. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan, dan dinilai sahih oleh Abu Hatim Ar-Razi.

Tafsir Ibnu Katsir QS. An Nabaโ€™ [78] 9-11


{ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู†ูŽูˆู’ู…ูŽูƒูู…ู’ ุณูุจูŽุงุชู‹ุง}


dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat. (An-Naba: 9)

Yakni istirahat dari gerak agar tubuh kalian menjadi segar kembali setelah banyak melakukan aktiyitas dalam rangka mencari upaya penghidupan di sepanjang siang hari. Hal seperti ini telah diterangkan di dalam tafsir surat Al-Furqan.


{ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ู„ูุจูŽุงุณู‹ุง}


dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. (An-Naba: 10)

yang menutupi semua manusia dengan kegelapannya, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:


ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุฅูุฐุง ูŠูŽุบู’ุดุงู‡ุง


dan malam apabila menutupinya. (Asy-Syams: 4)

Dan ucapan seorang penyair yang mengatakan dalam salah satu bait syairnya,


ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู„ูŽุจูุณู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุญููŠู†ูŽ ู†ูŽุตู‘ูŽุจูŽุชู’ … ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฎูŽุฐูŽุง ุขุฐูŽุงู†ูู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ู’ูˆูŽ ุฌูŽุงู†ูุญู


“Dan manakala malam mulai menggelarkan kain penutupnya, maka seluruh semesta menjadi gelap.”

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. (An-Naba: 10)

Maksudnya, ketenangan.


{ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูŽ ู…ูŽุนูŽุงุดู‹ุง}


dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan. (An-Naba: 11)

Kami menjadikannya terang benderang agar manusia dapat melakukan aktiyitasnya untuk mencari upaya penghidupan dengan bekerja, berniaga, dan melakukan urusan lainnya.

Tafsir QS. Al Maidah [5] : 8

 
{ูˆูŽู„ุง ูŠูŽุฌู’ุฑูู…ูŽู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุดูŽู†ูŽุขู†ู ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู„ุง ุชูŽุนู’ุฏูู„ููˆุง}

____________________________________________________ 
ARTI: 
Dan jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap sesuatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. (Al-Maidah: 8)
____________________________________________________ 
TAFSIR: 
Jangan sekali-kali kalian biarkan perasaan benci terhadap seยญsuatu kaum mendorong kalian untuk tidak berlaku adil kepada meยญreka, tetapi amalkanlah keadilan terhadap setiap orang, baik terhadap teman ataupun musuh. 
Allah kelak akan membalas kalian atas apa yang telah Dia ketahui dari amal perbuatan yang kalian kerjakan. Jika amal itu baik, maka balasannya baik; dan jika amal itu buruk, maka balasannya akan buruk pula.