Tafsir Al-Qur’an surah Al-Kahfi [18] ayat 110

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Qul innamaa anaa basyarun mitslukum yuuha ilai-ya annamaa ilahukum ilahun waahidun faman kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya’mal ‘amalaa shaalihan walaa yusyrik bi’ibaadati rabbihi ahadan;

📄 Arti:

Katakanlah:
Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”.
Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Lanjutkan membaca “Tafsir Al-Qur’an surah Al-Kahfi [18] ayat 110”

Iklan

Cara Bersedekah Bila Tidak Memiliki Harta

✋🏻🌹💸 SEDEKAH TANPA HARTA ✍🏻

Asy-Syaikh Zaid al-Madkhali rahimahullah

أن الصدقة كما تكون بالمال القليل أو الكثير، فإنها أيضاً تكون بأشياء أخرى غير المال، من هذه الأشياء
ما يلي:

Sesungguhnya sedekah itu sebagaimana bisa dengan harta yang sedikit ataupun banyak, maka sesungguhnya juga bisa dilakukan dengan perkara lain selain harta. Diantara perkara-perkara itu adalah sebagai berikut:

Lanjutkan membaca “Cara Bersedekah Bila Tidak Memiliki Harta”

​TAFSIR IBNU KATSIR QS. Al-Hujurat [49] , ayat 11

Al-Qur’an surat Al-Hujurat. Surat ke 49, ayat ke 11.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (11) }


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman; dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itu orang-orang yang zalim.

Lanjutkan membaca “​TAFSIR IBNU KATSIR QS. Al-Hujurat [49] , ayat 11”

TAFSIR IBNU KATSIR. QS. Al-isra [17] ayat 36

Jangan kamu menuduh seseorang dengan sesuatu yang tak ada pengetahuan bagimu tentangnya.
Muhammad ibnul Hanafiyah mengatakan, makna yang dimaksud ialah kesaksian palsu.

Janganlah kamu mengatakan bahwa kamu melihatnya, padahal kamu tidak melihatnya; atau kamu katakan bahwa kamu mendengarnya, padahal kamu tidak mendengarnya; atau kamu katakan bahwa kamu mengetahuinya, padahal kamu tidak mengetahui. Karena sesungguhnya Allah kelak akan meminta pertanggungjawaban darimu tentang hal tersebut secara keseluruhan.

Lanjutkan membaca “TAFSIR IBNU KATSIR. QS. Al-isra [17] ayat 36”

TAFSIR IBNU KATSIR. QS. Al-A’raf [7] : 204

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ


Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian mendapat rahmat.


Setelah Allah Swt. menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah bukti-bukti yang nyata bagi manusia dan petunjuk serta rahmat bagi mereka, lalu Allah Swt. memerintahkan agar mereka mendengarkannya baik-baik serta penuh perhatian dan tenang di saat Al-Qur’an dibacakan, untuk mengagungkan dan menghormatinya.

Lanjutkan membaca “TAFSIR IBNU KATSIR. QS. Al-A’raf [7] : 204”

Tafsir Ibnu Katsir QS. An Naba’ [78] 9-11


{وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا}


dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat. (An-Naba: 9)

Yakni istirahat dari gerak agar tubuh kalian menjadi segar kembali setelah banyak melakukan aktiyitas dalam rangka mencari upaya penghidupan di sepanjang siang hari. Hal seperti ini telah diterangkan di dalam tafsir surat Al-Furqan.

Lanjutkan membaca “Tafsir Ibnu Katsir QS. An Naba’ [78] 9-11”

Tafsir ​QS. Al-Baqarah] [2] : 172-173. 

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya saja kalian menyembah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagi kalian bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya), sedangkan ia tidak (dalam keadaan) memberontak dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Lanjutkan membaca “Tafsir ​QS. Al-Baqarah] [2] : 172-173. “

Bab Sabar: Rangkuman pengajian Ust. Abduh Tuasikal

 

QS. Ali Imran [3]: 200.

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah! Kalahkan musuh kalian dengan kesabaran! Bersiap- siaplah di tempat-tempat yang rawan diserang musuh! Dan takutlah pada Tuhan kalian! Harapan keberuntungan ada pada itu semua.

Pengertian sabar:
Menahan hati, laku, lisan, dan badan untuk tidak berkeluh kesah terhadap hal yang tak disukai.

Lanjutkan membaca “Bab Sabar: Rangkuman pengajian Ust. Abduh Tuasikal”